Strategi Proteksi Serebral Selama Circulatory Arrest : Retrograde Cerebral Perfusion (RCP)

Oleh: Cahya Rudiana 


Perfusi cerebral secara retrograde (RCP) biasanya diaplikasikan bersama-sama dengan teknik DHCA untuk meningkatkan proteksi serebral. RCP pertama kali diterapkan oleh Mills dan Ochner pada tahun 1980 untuk management emboli udara yang masif di arteri selama pintas jantung paru. RCP diaplikasikan dengan cara kanulasi dan pengikatan pada vena cava superior kemudian memberikan infus darah yang teroksigenasi pada suhu 8o-14oC melalui CPB, dan memberikan perfusi pada jaringan serebral secara retrograde selama periode henti sirkulasi.

Untuk mencegah edema serebri, tekanan pada vena jugularis interna dipertahankan kurang dari 35 mmHg. Pasien diposisikan trendelenburg 10o untuk mengurangi resiko emboli udara dan mencegah terperangkapnya udara di sirkulasi serebral pada saat rekontruksi aorta. Laju aliran darah pada RCP berkisar 200-600 ml/menit. Keuntungan metode ini adalah memberikan suplai substrat metabolik ke otak secara parsial, membuang emboli-emboli di serebral dan mempertahankan serebral hipotermia.1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comingsoon !!

Konten masih dalam tahap development, fitur akan segera tersedia dalam waktu dekat